KBLI 2025: Konversi AHU/OSS dan Pembaruan September 2026
Cara membaca konversi KBLI 2020 ke 2025, menilai perubahan kegiatan usaha, dan memahami pembaruan BPS September 2026 tanpa menganggap izin lama gugur.

Pergantian KBLI sering menimbulkan pertanyaan praktis: apakah perusahaan harus mengganti akta, memperbarui NIB, atau cukup mencocokkan kode? Jawabannya tidak bisa ditentukan dari nomor kode saja. Yang perlu dibandingkan adalah kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan, maksud dan tujuan dalam anggaran dasar, serta data yang tercatat pada sistem terkait.
BPS menyediakan tabel konversi KBLI 2020 ke KBLI 2025. Tabel itu menunjukkan bahwa pemetaan dapat bersifat satu banding satu, satu ke beberapa, atau beberapa ke satu. Artinya, kode lama tidak selalu dapat diganti dengan satu kode baru tanpa membaca uraian kegiatan. BPS juga menyebut batas transisi nasional paling lambat 18 Juni 2026 dan menyatakan izin lama tetap berlaku. Pada 4 Oktober 2026, tanggal transisi tersebut sudah lewat; jangan mengubah fakta ini menjadi klaim bahwa seluruh akta atau izin lama otomatis tidak sah. Lihat pengumuman BPS tentang tabel konversi.
Mulai dari kegiatan nyata, bukan dari nomor
Buat daftar kegiatan yang benar-benar dilakukan atau direncanakan perusahaan. Catat produk atau jasa, pelanggan atau pengguna, cara memperoleh pendapatan, dan apakah kegiatan itu utama atau penunjang. Uraian kegiatan membantu membedakan kode-kode yang namanya mirip tetapi ruang lingkupnya berbeda.
Jangan memilih kode hanya karena terlihat paling dekat di daftar pencarian. Cocokkan judul dan deskripsi pada KBLI 2025, lalu periksa apakah perubahan itu hanya klasifikasi statistik atau juga mengungkap bahwa kegiatan dalam anggaran dasar sudah berubah. Tabel konversi adalah alat pemetaan, bukan keputusan otomatis mengenai isi akta.
Baca catatan perubahan BPS September
Peraturan BPS Nomor 6 Tahun 2026 ditetapkan 4 September dan berlaku sejak diundangkan pada 10 September 2026. Abstrak resmi JDIH BPS menyatakan peraturan itu mengubah judul atau uraian kelompok 27201, 27203, dan 68122. Ini merupakan pembaruan pada uraian klasifikasi tertentu; dari informasi tersebut saja tidak dapat disimpulkan bahwa semua perusahaan harus mengubah dokumen.
Gunakan sumber resmi untuk membaca uraian yang berlaku: Peraturan BPS 6/2026 pada JDIH BPS. Abstrak JDIH menjadi dasar ringkasan artikel ini; lampiran lengkapnya sangat panjang, jadi kantor sebaiknya menelusuri kelompok yang relevan sebelum mengandalkan ringkasan pihak lain.
Tentukan apakah perlu pemeriksaan akta
Bandingkan empat hal: maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dalam akta terakhir; uraian KBLI yang sesuai dengan aktivitas; data NIB dan perizinan yang tampil di OSS; dan perubahan usaha yang disetujui pemegang saham. Jika usaha aktual masih sesuai dengan maksud dan tujuan, perubahan kode klasifikasi saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa akta harus diubah.
Sebaliknya, apabila perusahaan mulai menawarkan lini usaha yang tidak tercakup dalam rumusan sekarang, persoalannya bukan sekadar konversi kode. Notaris perlu menilai dokumen korporasi dan instruksi pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan mengubah data atas asumsi kantor sebelum konfirmasi tertulis dari klien.
Contoh pemeriksaan fiktif
Misalkan PT Arunika Pangan, sebuah contoh rekaan, memiliki kegiatan pengolahan makanan dan baru mempertimbangkan layanan penyimpanan dingin. Staf tidak langsung menambahkan kode berdasarkan kata “gudang”. Ia mengumpulkan uraian layanan, memastikan apakah penyimpanan untuk barang sendiri atau jasa kepada pihak lain, lalu membandingkan maksud dan tujuan akta, tabel konversi, serta data OSS yang bisa dilihat klien.
Jika fakta menunjukkan kegiatan baru di luar rumusan akta, staf menandai berkas untuk penilaian notaris dan meminta keputusan organ perseroan yang diperlukan. Jika tidak ada perubahan substansi, staf mencatat dasar pencocokan dan meminta klien mengecek data resminya. Contoh ini menggambarkan cara kerja administrasi; ini bukan kasus klien atau kesimpulan hukum untuk usaha tertentu.
Checklist ringkas sebelum pembaruan
- Simpan versi akta dan data NIB yang sedang berlaku.
- Tulis uraian kegiatan aktual dengan bahasa bisnis yang jelas.
- Cocokkan uraian tersebut dengan KBLI 2025 dan catatan perubahannya.
- Tandai apakah ada perubahan maksud, tujuan, atau lingkup kegiatan.
- Minta konfirmasi klien atas fakta yang belum pasti.
- Periksa tampilan dan petunjuk OSS/AHU pada saat transaksi; alur antarmuka saat ini tidak diverifikasi dalam artikel ini.
- Simpan tabel, tanggal pemeriksaan, dan keputusan tindak lanjut pada berkas.
Pertanyaan umum
Apakah izin yang memakai KBLI 2020 otomatis tidak berlaku? Tidak ada dasar untuk menyimpulkan semua izin gugur. BPS menyatakan izin yang terbit sebelum KBLI 2025 tetap berlaku; telaah kebutuhan penyesuaian untuk kasus dan layanan yang bersangkutan.
Apakah setiap konversi berarti akta harus diubah? Tidak otomatis. Periksa apakah kegiatan usaha atau rumusan korporasi memang berubah.
Apakah Peraturan BPS 6/2026 mengubah semua kode? Ringkasan resmi menyebut perubahan uraian kelompok tertentu, bukan pembatalan menyeluruh KBLI.
Referensi dan bacaan terkait
Sumber utama: tabel konversi BPS KBLI 2020–2025 dan Peraturan BPS 6/2026. Untuk kebutuhan kantor, lihat juga jenis akta notaris dan fungsinya serta paket NotarisApp. NotarisApp membantu administrasi internal; aplikasi ini tidak mengirim pembaruan ke OSS atau AHU dan tidak memastikan pemenuhan hukum.
Pilih sesuai cara kerja kantor Anda
Bekerja bersama staf, membuat laporan, invoice, dan tanda terima dengan paket online. Untuk pengelolaan sendiri di komputer, tersedia aplikasi offline gratis selamanya.
Lihat Paket Onlinearrow_forwardUnduh Gratis untuk Windows & Mac