Panduan Notaris5 min baca

Coretax untuk Notaris: NPPN dan Penghasilan Pekerjaan Bebas

Ringkasan panduan DJP tentang NPPN bagi notaris sebagai wajib pajak orang pribadi, pencatatan penghasilan, dan persiapan tahun pajak berikutnya.

N
NotarisApp
Ilustrasi pembukuan penghasilan pekerjaan bebas dan perhitungan pajak notaris.
Ilustrasi konseptual untuk artikel ini, dibuat dengan bantuan AI.

DJP memasukkan notaris dan PPAT dalam kelompok pekerjaan bebas pada panduan Coretax yang diperbarui 19 Februari 2026. Panduan itu menjelaskan pilihan penggunaan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) bagi wajib pajak orang pribadi yang memenuhi syarat, termasuk batas peredaran bruto yang dicantumkan DJP dan pemberitahuan penggunaan norma melalui Coretax dalam tiga bulan pertama tahun pajak. Sumber: Coretaxpedia DJP tentang penghasilan pekerjaan bebas.

Tanggal perlu diperhatikan: bagi yang hendak menggunakan NPPN untuk tahun pajak 2026, masa tiga bulan pertama berakhir pada 31 Maret 2026. Pada 4 Oktober 2026, tanggal tersebut telah lewat. Artikel ini tidak menyarankan bahwa ada tenggat baru untuk tahun 2026 atau menebak konsekuensi bagi pembaca yang belum menyampaikan pemberitahuan. Periksa panduan DJP atau minta nasihat pajak untuk keadaan khusus.

Pahami pilihan dan syaratnya

NPPN merupakan cara menghitung penghasilan neto menggunakan norma yang ditetapkan DJP, bukan tarif pajak final dan bukan pengganti kewajiban mencatat penerimaan. Panduan DJP menjelaskan syarat bagi wajib pajak orang pribadi yang menggunakan norma, termasuk tidak menyelenggarakan pembukuan dan memenuhi batas peredaran bruto yang berlaku. Baca keseluruhan persyaratan terbaru; status praktik, jenis penghasilan lain, atau pilihan administrasi dapat memengaruhi kewajiban.

Jangan menyalin persentase norma dari artikel lama. Besaran dapat bergantung pada jenis kegiatan dan wilayah. Artikel ini tidak mencantumkan angka karena pembaca harus mencocokkan klasifikasi serta ketentuan terkini dari DJP.

Catat penghasilan secara teratur

Siapkan catatan penerimaan berdasarkan tanggal, sumber, jenis jasa, jumlah, dan bukti pendukung. Pisahkan penghasilan profesi dari penerimaan yang sifatnya berbeda, dan simpan dokumen penunjang. Jika memakai NPPN, pencatatan tetap penting untuk menjelaskan jumlah peredaran bruto dan memenuhi persyaratan yang dijelaskan DJP.

Jangan menyamakan honorarium pada daftar tagihan dengan seluruh penghasilan kena pajak tanpa menguji bagaimana ketentuan pajak memperlakukan komponen itu. Untuk transaksi yang tidak rutin atau sumber pendapatan yang berbeda, tanyakan kepada konsultan pajak atau DJP.

Cek status pemberitahuan di Coretax

Panduan DJP menyebut pemberitahuan penggunaan NPPN melalui Coretax dalam tiga bulan pertama tahun pajak. Untuk 2026, tenggat itu telah berlalu. Jika Anda sudah menyampaikan pemberitahuan, simpan bukti dan statusnya. Jika belum, jangan mengubah tanggal, membuat bukti palsu, atau menganggap sistem pasti masih menerima permohonan.

Untuk tahun pajak berikutnya, periksa petunjuk resmi saat awal tahun. Jangan memakai tanggal 31 Maret 2026 seolah-olah sudah menjadi batas tahun 2027 tanpa melihat peraturan atau panduan yang berlaku saat itu.

Contoh pencatatan fiktif

Seorang notaris rekaan menerima beberapa pembayaran jasa sepanjang bulan. Ia mengarsipkan tanggal, pihak pembayar, uraian jasa, nilai, dan bukti pembayaran di catatan internal, lalu merekonsiliasi dengan laporan bank dan dokumen kantor. Untuk menentukan metode pajak, ia memeriksa panduan DJP serta status pemberitahuan di Coretax dan meminta bantuan profesional atas kondisi khusus. Contoh ini hanya ilustrasi administrasi dan bukan perhitungan pajak.

Lakukan pemeriksaan rekonsiliasi secara berkala, bukan hanya menjelang pelaporan tahunan. Tandai transaksi yang belum mempunyai bukti, pembayaran yang belum dicocokkan, dan koreksi yang memerlukan penjelasan. Simpan catatan revisi supaya angka yang diserahkan kepada konsultan atau digunakan dalam pelaporan dapat ditelusuri ke dokumen asal. Jangan memasukkan data pribadi pembayar ke aplikasi kantor yang tidak memerlukan informasi tersebut.

Daftar persiapan tahunan

  • Periksa status wajib pajak dan sumber penghasilan.
  • Baca panduan DJP tentang syarat NPPN dan pencatatan.
  • Simpan catatan peredaran bruto dan bukti penerimaan.
  • Tandai tanggal pemberitahuan yang relevan untuk tahun pajak berikutnya.
  • Periksa apakah pemberitahuan tercatat di Coretax.
  • Konfirmasi perubahan aturan langsung di DJP.
  • Minta penilaian profesional jika sudah melewati tenggat atau kondisi tidak standar.

FAQ

Apakah notaris dapat memakai NPPN? Panduan DJP mencantumkan notaris sebagai pekerjaan bebas, tetapi penggunaan NPPN bergantung pada syarat wajib pajak dan ketentuan yang berlaku.

Apakah tenggat NPPN 2026 masih akan datang? Tidak. Tiga bulan pertama tahun pajak 2026 berakhir 31 Maret 2026. Artikel ini tidak menetapkan akibat hukum bagi pembaca yang belum menyampaikan pemberitahuan.

Kapan memeriksa tenggat tahun 2027? Periksa panduan DJP resmi pada awal tahun pajak 2027; jangan mengasumsikan tanggal tanpa verifikasi.

Referensi dan bacaan terkait

Sumber utama adalah Coretaxpedia DJP. Untuk pengelolaan administrasi kantor, lihat panduan laporan bulanan Notaris/PPAT dan paket NotarisApp. NotarisApp membantu administrasi internal, tidak mengirim pemberitahuan NPPN, tidak terintegrasi dengan Coretax, dan bukan layanan konsultasi pajak.

Bagikan artikel ini:

Pilih sesuai cara kerja kantor Anda

Bekerja bersama staf, membuat laporan, invoice, dan tanda terima dengan paket online. Untuk pengelolaan sendiri di komputer, tersedia aplikasi offline gratis selamanya.

Lihat Paket Onlinearrow_forwardUnduh Gratis untuk Windows & Mac